News

19-Apr-2016
Perhatian Dinas Pendidikan Cianjur untuk Guru SD di Daerahnya

Dinas Pendidikan Cianjur melihat arah perkembangan dunia pendidikan di daerahnya dari sudut pandang perkembangan teknologi di masyarakat, dan berusaha meningkatkan kualitas guru di daerahnya agar dapat mengikuti perkembangan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan diberikannya bantuan berupa alat percobaan sains interaktif berbasis komputer untuk guru-guru di tingkat SD. 

Pada 18 April yang lalu tim dari Pudak Scientific kembali memberikan pelatihan untuk penggunaan dan perawatan seluruh alat percobaan sains interaktif berbasis komputer tersebut. Di antara alat tersebut terdapat perangkat MoLab yang praktis digunakan sebagai alat ukur dan dapat menampilkan hasil ukur secara real time. Hal ini penting dalam pembelajaran sains untuk membantu siswa menalar proses sains yang terjadi secara lebih cepat.

Seorang guru peserta pelatihan tertawa setelah melihat gelombang bunyi dari suaranya sendiri yang tampak acak-acakan dibandingkan dengan gelombang bunyi dari garputala. Banyaknya modulasi menyebabkan manusia sulit membuat gelombang bunyi yang ideal (sinusoidal).

Seperti biasanya, pelatihan ini diisi dengan kegembiraan para guru ketika mencoba MoLab, salah satu dari sejumlah alat yang diberikan. MoLab digunakan untuk mengukur berbagai macam variabel ketika melakukan percobaan. Guru dan siswa cukup menyambungkan sensor yang ingin digunakan (seperti sensor suhu, sensor gaya, sensor gerak, dan lainnya.) ke MoLab maka mereka dapat mengamati hasil ukur langsung dari layar MoLab.

Perkembangan teknologi dan pintarnya media dalam melakukan promosi dan penjualan tak ayal menjadi penyebab siswa memandang teknologi sebagai hal yang berbeda dari sains, padahal teknologi merupakan produk sains. Tidak heran jika banyak siswa-siswi gemar mempelajari fitur sebuah gadget dan bermain komputer namun masih beranggapan bahwa pelajaran matematika dan sains (IPA, Biologi, Kimi, Fisika) sebagai hal yang sulit. Mempelajari fitur dalam sebuah gadget menjadi hal yang lebih menarik ketimbang bagaimana cara membuat gadget itu sendiri. Hal ini dapat mendorong generasi muda menjadi cenderung konsumtif bukannya produktif. Belum lagi beberapa kalangan masyarakat yang seringkali menjadikan gadget sebagai kambing hitam atas menurunnya kecerdasan siswa siswi di sekolah. Untuk itu, diperlukan upaya dari pemerintah dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menggunakan produk teknologi untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan bagi generasi penerus bangsa, termasuk dalam dunia pendidikan.

Lihat percobaan mengunakan MoLab disini.

 

Kembali ke halaman sebelumnya